Teknologi Fermentasi Pakan Ternak

fermentasi pakan ternak

Fermentasi pakan merupakan teknik amoniasi mengenai makanan peliharaan agar nutrisi dalam makanan ternak dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Sementara itu amoniasi adalah metode pembuatan kimia untuk mengoptimalkan jumlah bahan pakan hijauan.
Makanan ternak dekomposisi lazim diberikan untuk binatang ternak seperti sapi, kambing, serta kerbau. Target penting peternak dalam menyediakan pakan fermentasi adalah ketika menyimpan pakan dalam skala besar dapat bertahan lama.

Keunggulan Fermentasi Pakan Ternak

Jika dibandingkan menggunakan pakan alami, fermentasi pakan memiliki berbagai keunggulan, berikut penjelasannya:

  1. Mampu memperbaiki sistem pencernaan hewan ternak
  2. Memaksimalkan produksi susu serta membuat ternak menjadi gemuk dan sehat.
  3. Pakan menjadi tahan lama tanpa menurunkan kandungan gizi.
  4. Mempersingkat petumbuhan sebab fermentasi pakan memiliki tambahan nutrisi.
  5. Kadar kolestrol pada daging ternak lebih rendah.
  6. Mengoptimalkan serta memelihara daya tahan tubuh ternak.
  7. Meminimalisir bau kotoran ternak sehingga mampu menurunkan tingkat polusi udara.
  8. Pupuk yang dihasilkan kotoran ternak lebih berkualitas.

Penambahan fermentasi pakan ternak kepada binatang ternak mempunyai pengaruh yang sangat tinggi. Hal tersebut tampak pada mutu daging dan harga yang melonjak naik dengan pesat. Mutu ternak yang semakin bagus akan menaikkan value serta bisa menaikkan keuntungan penjualan.

Kekurangan Fermentasi Pakan Ternak

Pakan fermentasi ternak sungguh bermanfaat untuk peternak sebab pakan dapat disimpan dalam kurun yang lama. Namun pembagian pakan yang kurang benar dapat menyebabkan penyakit untuk ternak. Contoh pemberian pakan berkepanjangan tanpa diberi makanan organik lain.
Sejumlah kekurangan dalam pemberian pakan menjadikan ternak kurang nutrisi, kurus, terlambat tumbuh kembang serta rawan terkena penyakit. Oleh sebab itu anda wajib memperhatikan keseimbangan antara pakan fermentasi dengan pakan organik. Hal tersebut bertujuan agar ternak mendapat nutrisi, vitamin dan mineral dengan tepat.

Proses Produksi Fermentasi Pakan

Ketika produksi pakan fermentasi ternak, anda memerlukan sejumlah alat serta bahan. Beberapa alat dan bahan tersebut adalah :

  1. Pisau pemotong untuk mencacah pakan.
  2. Tong besar untuk tempat penampungan bahan.
  3. Air tebu sebanyak 80% atau bisa menggunakan campuran gula dan garam.
  4. Suplement nutrisi.
  5. Jerami, Ampas tahu, serta bahan yang dapat dikompos.

Sebelumnya anda wajib mempersiapkan campuran suplement organik dan air tebu atau air gula. Lalu campuran bahan fermentasi tersebut diamkan selama 15 menit. sementara menunggu campuran kemudian bersiap-siap untuk melakukan proses pembuatan:

    • Siapkan wadah untuk tempat fermentasi pakan ternak, pakai tong besar supaya mempermudah pengadukan bahan dan campuran.
    • Potong jerami dengan pisau, pemotongan dilakukan agar proses fermentasi lebih cepat dan merata.
    • Setelah dicacah, campurkan bahan organik lainnya seperti ampas tahu lalu tambahkan garam.
    • Kemudian lakukan penyiraman dengan menggunakan ramuan yang telah didiamkan selam 15 menit secara merata.
  • Selanjutnya aduk rata semua bahan dan tutup rapat tong sampai kedap udara.
  • Tunggu 1-2 haru hingga fermentasi pakan ternak bisa digunakan.

Tanda Produk Telah Rampung

Anda bisa memeriksa terlebih dahulu sebelum pakan digunakan untuk makanan ternak. Periksa apakah pakan ternak yang telah dibuat sudah rampung atau belum. Untuk memahami pakan yang anda buat bisa digunakan, indikatornya adalah:

  • Temperatur bahan mejadi hangat ketika dipegang.
  • Terdapat pergantian warna pada bahan.
  • Bahan yang di fermentasi menjadi lunak.

Teknik Mencampurkan ke Makanan Ternak

Untuk tahap terakhir anda dapat memberikan pakan tersebut ke binatang ternak anda. Berikut cara agar binatang ternak anda suka dengan pakan fermentasi yang telah anda buat :

  • Dinginkan dahulu sekitar 15 menit sebelum diberikan ke binatang ternak. Tujuannya supaya pakan tidak lembek ketika dimakan ternak, jika pakan lembek ternak biasanya tak menyukai.
  • Berikan paka pada pagi dan sore, karena ternak tak akan kaget dengan makanan yang kita berikan.
  • Pakan fermentasi ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan apabila tak terkena cahaya matahari maupun hujan.

Melalui adanya pengetahuan tentang cara germentasi pakan ternak maka diharapkan mejadi solusi alternatif untuk peternak. Semoga artikel ini dapat membantu anda khususnya peternak dalam mengembangkan pakan ternak fermentasi.


Terima kasih telah mengunjungi website kami. Jika Anda telah tertarik dengan mesin pertanian yang kami tawarkan dan mendapatkan informasi lebih lanjut. Kalian dapat menghubungi dan bertanya apapun kepada kami melalui tombol di bawah ini.

telepon indofamco whatsapp indofamco

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *