Taksi Terbang

Taksi Terbang Kini Hadir Di Indonesia

Taksi terbang pada akhir tahun 2021 kemarin untuk pertama kalinya resmi di ujicoba mengudara. Indonesia tidak ingin ketinggalan dalam hal kemajuan industri transportasi dengan mengembangkan taksi terbang. Produk ini ujicoba pertamanya di bali dengan dibawa oleh rudy salim.

Ujicoba produk ini dilakukan dua kali tes terbang dalam 2 minggu. Pertama ujicoba dilakukan pada 25 November yang dilakukan secara tertutup. Untuk yang kedua flight demo dilakukan pada 26 November yang dilakukan secara terbuka dan umum. Taxi mengitari langit bali sesuai rute yang diizinkan direktorat navigasi penerbangan untuk mempresentasikan kontrol dan koordinasinya secara tepat dari pusat.

Taxi ini rencananya akan diujicoba di wilayah jakarta setelah dilakukan flight demo di bali. Rudi salim menanti izin terbang dan flight demo di langit ibukota jakarta. Keberadaan taksi terbang menjadi alternatif baru untuk mengurangi macet lebih-lebih jika ingin berpergian dengan jarak yang tidak jauh.

Keunggulan taxi ini adalah dapat memotong waktu tempuh lebih cepat daripada menggunakan kendaraan konvensional. Disatu sisi tenaganya menggunakan energi listrik, yang pastinya menjadi ramah lingkungan. Dengan dibekali teknologi otonom taxi terbang diklaim dapat mengurangi kemungkinan kerusakan yang disebabkan oleh human error.

Taksi Terbang Belum Mendapat Izin

Kementerian Perhubungan mengatakan taksi terbang yang sudah melaksanakan flight demo tidak diberi izin untuk mengudara karena masih harus memenuhi beberapa persyaratan. Kendati sudah melakukan ujicoba, taxi terbang belum diperbolehkan untuk mengadakan penerbangan secara komersial.

Kepala sertifikasi pesawat udara mengatakan bahwa hal tersebut berhubungan dengan masih adanya sejumlah ketetapan yang wajib dipenuhi, sesuai peraturan yang ada. Tidak hanya itu, selanutnya, ada beberapa hal teknis lainnya yang wajib dilaksankan oleh pabrikan produk tersebut.

Keamanan dan Layak mengudaranya wajib diperhatikan kemenhub selaku otoritas pemberi izin. Beliau mengatakan ujicoba tersebut dilakukan selepas kemenhub melaksanakan penilaian selama 8 bulan kepada produk, petugas yang mengoperasikan, dan lokasi yang digunakan. Hasil penilaian tersebut akan menjadi rekomendasi pelaksanaan ujicoba.

Dikutip dari laman resminya, taksi terbang memiliki teknologi otomatisasi yang bisa menampung dua penumpang. Selain itu produk ini dapat melaukan vertical take-off and landing (VTOL). Dengan menggunakan jaringan internet 4G serta 5G dapat dikontrol pilot dari darat dan mengantar penumpang di area perkotaan dengan cepat. Taxi ini mampu membawa muatan hingga 220 kg dengan kecepatan 130 km/jam.

Perkiraan Tarif Taxi terbang

Drone penumpang diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 1 juta Rupiah untuk setengah jam perjalanan. Menurut Rudi salim, konsorsium yang memboyong alat transportasi ini ke Indonesia, dana tersebut akan diubah menjadi salah satu faktor biaya sewa ke pelanggan.

Rudi salim berencana menyewakan untuk moda transportasi baru untuk satu tempat. Biaya sewa adalah biaya isi ulang baterai meninjau merupakan moda transportasi menggunakan listrik 100% serta juga untuk perbaikan komponen sekali perjalanan. Untuk sewanya rudi mempunyai ide lain yaitu sewa tahunan sebagai member.

Metode sewa ini sudah melingkupi pilot yang mengemudikan dari daratan. Ide sewa tersebut dikhususkan untuk pengusaha, artis, hingga pemerintahan. Biaya sewa tahunan dikatakan Rudi begitu terjangkau jika dibandingkan sewa helikopter.


Terima kasih telah mengunjungi website kami. Jika Anda ingin mesterilkan alat-alat anda bisa menggunakan mesin yang kami tawarkan dan mendapatkan informasi lebih lanjut. Anda dapat menghubungi dan bertanya langsung kepada kami melalui tombol di bawah ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *