Perbedaan Kaca Tempered dan Kaca Laminated

Kaca tempered

Tempered glass dan laminated glass adalah dua jenis kaca yang sering digunakan dalam aplikasi konstruksi dan desain arsitektur. Meskipun keduanya terbuat dari kaca, ada beberapa perbedaan yang signifikan antara kedua jenis kaca ini. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara tempered glass dan laminated glass:

1. Proses pembuatan

Kaca tempered dibuat dengan memanaskan kaca hingga suhu tinggi dan kemudian membekukannya dengan cepat, sedangkan kaca laminated dibuat dengan menempelkan lapisan-lapisan kaca yang telah diproses terpisah dengan menggunakan lapisan plastik interlayer. Lebih lanjut berikut kami jelaskan perbandingannya secara detail :

Proses pembuatan kaca tempered:

  1. Kaca yang akan diolah dipanaskan hingga suhu tinggi di atas 600 derajat Celsius dengan menggunakan oven kaca atau oven infrared.
  2. Setelah kaca terpanaskan, ia kemudian dikeluarkan dari oven dan dibiarkan mengalami pendinginan yang cepat dengan cara ditiup udara atau ditiup gas. Proses ini disebut “quenching” atau “pendinginan cepat”.
  3. Saat proses pendinginan, struktur molekul kaca mengalami perubahan yang menyebabkan ia menjadi lebih padat dan kompak. Hal ini menyebabkan kaca tempered menjadi lebih kuat dan tahan terhadap tekanan dibandingkan dengan kaca biasa.
  4. Setelah proses pendinginan selesai, kaca tempered siap untuk digunakan.

Proses pembuatan kaca laminated:

  1. Kaca yang akan digunakan sebagai lapisan-lapisan interlayer dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
  2. Lapisan-lapisan kaca tersebut kemudian dicat dengan lapisan plastik interlayer yang terbuat dari polivinil butiral (PVB).
  3. Lapisan-lapisan kaca yang telah tercat dengan PVB kemudian ditempelkan satu sama lain dengan menggunakan tekanan dan suhu tinggi.
  4. Setelah proses penempelan selesai, kaca laminated siap untuk digunakan.

2. Kekuatan

Kaca tempered memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaca laminated karena struktur molekulnya yang lebih padat dan kompak. Pada kaca tempered, pembebanan yang diterima terdistribusi secara merata di seluruh permukaannya, sehingga kekuatannya lebih tinggi.
Kaca tempered juga memiliki kekuatan yang lebih tinggi terhadap tekanan dibandingkan dengan kaca biasa, karena proses pendinginan cepat yang dilakukan pada saat pembuatannya menyebabkan struktur molekulnya menjadi lebih padat dan kompak.
Sedangkan pada kaca laminated, pembebanan yang diterima hanya terdistribusi pada lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca. Kekuatannya lebih rendah dibandingkan dengan kaca tempered karena pembebanan tidak terdistribusi secara merata di seluruh permukaan kaca.
Namun, kaca laminated masih memiliki kekuatan yang cukup tinggi terhadap tekanan lateral (tekanan dari samping), karena lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca mampu menahan pembebanan tersebut dengan baik.

3. Tahan Terhadap Kerusakan

Kaca tempered memiliki kekuatan tahan terhadap kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan laminated karena struktur molekulnya yang lebih padat dan kompak. Pada kaca tempered, struktur molekul yang lebih padat dan kompak tersebut membuat permukaan kaca menjadi lebih kuat dan tahan terhadap tekanan yang diterimanya. Sehingga, kaca tempered lebih tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh tekanan atau benda tajam yang terjadi pada permukaannya.
Sedangkan pada kaca laminated, lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca membuat permukaan kaca menjadi lebih lemah dan mudah terkelupas atau retak jika terkena beban yang cukup besar. Sehingga, kaca laminated memiliki kekuatan tahan terhadap kerusakan yang lebih rendah dibandingkan dengan kaca tempered.
Namun, kaca laminated masih memiliki kekuatan tahan terhadap kerusakan yang cukup tinggi terhadap tekanan lateral (tekanan dari samping), karena lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca mampu menahan pembebanan tersebut dengan baik.

4. Penggunaan

Kaca tempered biasanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan keamanan tinggi, seperti:

  1. Jendela mobil: Biasanya digunakan untuk jendela mobil karena kekuatannya yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaca biasa, sehingga lebih tahan terhadap tekanan yang diterimanya saat terjadi kecelakaan.
  2. Pintu masuk gedung: Digunakan untuk pintu masuk gedung karena kekuatannya yang lebih tinggi, sehingga lebih tahan terhadap tekanan yang diterimanya saat terjadi kecelakaan atau terdapat orang yang menekannya dengan keras.
  3. Dinding partisi: untuk  dinding partisi di gedung-gedung atau ruangan-ruangan lainnya karena kekuatannya yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaca biasa, sehingga lebih tahan terhadap tekanan yang diterimanya saat terjadi gempa bumi atau tekanan dari orang yang menyentuhnya.

Sedangkan kaca laminated biasanya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan tingkat keamanan yang lebih tinggi, seperti:

  1. Jendela gedung bertingkat: Kaca laminated biasanya digunakan untuk jendela gedung bertingkat karena lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca mampu menahan pembebanan yang terjadi saat terjadi gempa bumi atau angin kencang.
  2. Jendela bank: Kaca laminated juga biasanya digunakan untuk jendela bank karena lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca mampu menahan pembebanan yang terjadi saat terjadi serangan dari luar atau kecelakaan.
  3. Dinding partisi: Kaca laminated juga dapat digunakan sebagai dinding partisi di gedung-gedung atau ruangan-ruangan lainnya karena lapisan plastik interlayer yang terletak di tengah-tengah kaca mampu menahan pembebanan yang terjadi saat terjadi gempa bumi atau tekanan dari orang yang menyentuhnya.

5. Harga

Harga kaca tempered biasanya lebih mahal dibandingkan dengan harga kaca laminated. Karena proses pembuatannya yang lebih rumit dan membutuhkan peralatan yang lebih canggih.

Proses pembuatan memerlukan oven infrared yang mampu mencapai suhu tinggi di atas 600 derajat Celsius. Serta sistem pendinginan yang cepat untuk membekukan kaca setelah terpanaskan. Selain itu, proses pendinginan cepat yang dilakukan dengan alat seperti blower udara untuk mendinginkan kaca dengan cepat. Semua peralatan ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, sehingga harga tempere biasanya lebih mahal dibandingkan dengan harga kaca laminated.

Untuk proses pembuatan kaca laminated hanya memerlukan mesin untuk memotong kaca sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Mesin-mesin ini tidak serumit dan tidak seharga peralatan yang dibutuhkan untuk membuat kaca tempered. Sehingga harga kaca laminated biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga kaca tempered. Namun, harga kaca laminated akan lebih mahal jika ukuran kaca yang akan diolah lebih besar atau jika jumlah lapisan interlayer yang digunakan lebih banyak.

Kesimpulan

Kesimpulan dari perbandingan kaca tempered dan kaca laminated adalah sebagai berikut:

  • Kaca tempered dibuat dengan memanaskan pada suhu tinggi dan kemudian mendinginkannya dengan cepat. Sementara kaca laminated dibuat dengan menempelkan dua lapisan kaca dengan bahan interlayer.
  • Kaca tempered lebih kuat dan tahan terhadap kerusakan dibandingkan laminated, namun laminated lebih fleksibel dan tahan terhadap benturan.
  • Kaca laminated lebih aman daripada kaca tempered karena mampu menahan serpihan dan lebih tahan terhadap peluru dan ledakan.
  • Kaca tempered lebih sering digunakan untuk aplikasi struktural, sedangkan laminated lebih sering digunakan untuk aplikasi keamanan.
  • Kaca laminated biasanya lebih mahal karena proses pembuatannya yang lebih kompleks dan membutuhkan bahan tambahan.

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Jika Anda telah tertarik dengan mesin pertanian yang kami tawarkan dan mendapatkan informasi lebih lanjut. Kalian dapat menghubungi dan bertanya apapun kepada kami melalui tombol di bawah ini.

telepon indofamco whatsapp indofamco

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *