Metode Sterilisasi dan Pasteurisasi Serta Perbedaannya

Metode Sterilisasi dan Pasteurisasi

Metode Sterilisasi dan Pasteurisasi – pengawetan makanan dan minuman tak terlepas dari proses sterilisasi dan pasteurisasi. yang mana keduanya akan menghasilkan mutu makananan dan minuman semakin baik. Prosedur pengawetan dan pengolahan makanan dilakukan untuk menjaga mutu dari produk, sehingga memperpanjang umur produk yang akan disimpan. Dalam prosesnya, terkadang menekan perkembangan mikroba atau mematikan mikroba, spora, serta mencegah perkembangan kuman.

Terdapat 2 metode pengawetan makanan yang umum digunakan, yaitu pasteurisasi dan sterilisasi. Kedua Metode tersebut menggunakan panas sebagai sumber utama untuk mengubah kondisi dalam makanan, hal tersebut disebut metode pemrosesan termal. Sebutan pasteurisasi dan sterilisasi terkadang digunakan secara bergiliran dan dianggap sama. Kenyataannya ditemukan perbedaan pasteurisasi dan sterilisasi, mulai dari prosedur sampai manfaat yang berlainan satu dengan yang lain.

Memahami perbedaan pasteurisasi dan sterilisasi bakal menolong anda mengetahui kenapa ilmuwan serta produsen dari beraneka macam perusahaan memutuskan untuk memakai salah satu dari yang lain ketika mereka mencoba dan membuat makanan, obat-obatan, kosmetik, bahan kimia, dan sebagainya. Berikut kami jelaskan apa saja perbedaan pasteurisasi dan sterilisasi dalam mengelolah makanan :

Pasteurisasi

Pasteurisasi merupakan teknik pengawetan makanan dengan cara memanaskannya untuk mematikan beberapa mikroorganisme yang terdapat pada makanan. Sehingga, metode ini digunakan untuk makanan yang bisa disimpan dan diolah lebih lanjut dalam keadaan perkembangan mikroorganisme yang ditekan. Pasteurisasi dilakukan dengan menggunakan pemanasan rendah, karakter makanan tidak akan berubah, serta bisa melindungi gizi dalam makanan.

Prosedur pasteurisasi, lazimnya air dipanaskan sampai suhu khusus untuk jangka waktu yang telah ditentukan. Selanjutnya akan dilakukan pendinginan segera, semisal bahan dipanaskan 65° celsius selama 30 menit atau 75° celsius selama 15 menit. Metode ini pertama kali dikenalkan oleh ahli kimia louis pastuer. Awalnya teknik ini digunakan untuk mencegah asam anggur, akan tetapi sekarang anda dapat menggunakan metode ini dalam mengawetkan susu.

Tujuan utama pasteurisasi ialah untuk mematikan atau melenyapkan mikroorganisme patogen, akan tetapi tidak mematikan spora sepenuhnya karena suhu yang dipakai tidak terlalu tinggi. Hal ini juga bertujuan untuk menahan aktifitas mikroba tertentu pada suatu produk. Dengan demikian, tidak memberikan komoditas yang konstan di rak tanpa penyimpanan yang baik pada suhu rendah.

Kedua ialah untuk menekan aktifitas enzimatis dalam makanan. Pasteurisasi berpegang pada daya tahan panas dari mikroorganisme tertentu dan sensitivitas panas produk. 2 teknik utama pasteurisasi ialah suhu tinggi, waktu singkat dan suhu rendah.

Sterilisasi

Sterilisasi merupakan bentuk lain dari metode pemrosesan termal yang menggunakan suhu yang tinggi untuk mengawetkan suatu produk makanan atau minuman hingga beberapa bulan. Dikarenakan jamur bakteri jauh lebih tahan panas daripada sel vegetatif, tujuan dari metode ini ialah untuk mematikan spora tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi proses sterilisasi, termasuk sifat produk, kondisi menyimpan produknya setelah proses termal, tahan panas mikroorganisme, hingga volume awal mikrob yang terdapat pada suatu produk.

Metode sterilisasi terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu pertama in-container, yang digunakan untuk produk yang ditempatkan pada tempat seperti kaleng, botol, dan kantong plastik. Lalu yang kedua ialah sistem continue flow untuk proses pengolahan sangat tinggi, yang biasanya menggunakan pemanasan pada suhu 140° celcius sampai 150° celcius selama 2 detik.

 

Perbedaan Sterilisasi dan Pasteurisasi

Selepas mengetahui penjelasan sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa ditemukan perbedaan pasteurisasi dengan sterilisasi. Biasanya perbedaan pasteurisasi dan sterilisasi yaitu sebagai berikut:

  • Dapat dilihat dari umur simpan produk, dimana produk sterilisasi memiliki umur simpan yang lebih lama jika dibandingkan dengan produk yang dipasteurisasi.
  • Sterilisasi menggunakan pemanasan produk dengan range suhu 110° celcius hingga 120° celcius, sedangkan pasteurisasi menggunakan range suhu 70° celcius hingga 80° celcius.
  • Metode sterilisasi bisa mematikan baik sel vegetatif ataupun jamur karena sistemnya yang menggunakan suhu tinggi, akan tetapi pasteurisasi digunakan untuk menahan berkembangnya mikroorganisme dan hanya bisa mematikan sel vegetatif dari banyak mikroba dan bukan jamur.
  • Karakteristik produk bisa sangat berganti dengan metode sterilisasi, akan tetapi tidak dengan metode pasteurisasi.
  • Dikarenakan menggunakan temperatur rendah, pasteurisasi bisa dilakukan untuk produk yang sangat rentan terhadap panas dengan tingkat gizi yang tinggi. Sedangkan sterilisasi hanya bisa dilakukan untuk produk tertentu.
  • Bertentangan dengan metode pasteurisasi, gizi produk bisa dengan mudah hilang ketika proses sterilisasi walaupun hal tersebut memperpanjang umur simpan produk.

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Jika Anda telah tertarik dengan mesin yang kami tawarkan dan mendapatkan informasi lebih lanjut. Kalian dapat menghubungi dan bertanya apapun kepada kami melalui tombol di bawah ini.

telepon indofamco whatsapp indofamco

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *