Decoy Effect, Trik Bisnis Untuk Meningkatkan Penjualan

Decoy Effect

Decoy Effect bukanlah kata yang gampang untuk dimngerti oleh kebanyakan orang. Akan tetapi jika Anda seorang marketer, harus mengetahui istilah ini dan melaksanakannya dalam usaha yang anda keerjakan. Kenapa?

Karena taktik marketing ini memiliki kemahiran untuk membius pembeli Anda. Ketika Anda berhasil melakukannya dengan baik, penjualan Anda bisa meningkat berlipat-lipat.

Apakah anda sering ke bioskop dan membeli popcornnya? Jika iya, mungkin anda pernah melihat bahwa pihak bioskop menyediakan 3 ukuran popcorn yang ditawarkan. Mulai dari ukuran kecil, medium hingga besar.

Jika iya, mungkin kamu pernah menyadari bahwa kedai kopi asal Amerika Serikat ini menyediakan 3 ukuran untuk setiap minumannya. Untuk ukuran terkecil yakni tall dengan kapasitas 355 ml, grande 473 ml, dan venti 592 ml. Pada hakikatnya, 3 ukuran yang disediakan pihak bioskop tersebut sebenarnya memakai taktik penjualan yang efektif dalam memaksimalkan penjualan.

Jadi apa sih yang dimaksud decoy effect itu? Yuk kita simak penjelasannya!

Apa Sih Decoy Effect?

Decoy Effect merupakan strategi psikologi harga dimana pembeli condong untuk membarui pilihan diantara 2 pilihan ketika dibagikan pilihan ketiga yang tidak sebanding. Alternatif pilihan ini menjadikan 1 harga menjadi tidak logis, ketika satu terlihat lebih baik.

Sebenarnya, ini merupakan strategi yang bermaksud untuk mendorong konsumen Anda ke opsi produk yang lebih mahal. Dalam ilmu marketing sering disebut juga asymmetric dominance effect atau attraction effect yang dikenal mujarab saat menaikkan penjualan.

Maksud dari cara menentukan harga ini ialah untuk membuat pembeli memutuskan menggunakan uang yang lebih besar. Akan tetapi walaupun menggunakan uang lebih besar, pelanggan merasa memesan dengan harga murah. Efek ini adalah contoh penyangkalan independensi aksioma alternatif yang kurang tepat dari prinsip keputusan.

Untuk jelasnya, ketika kita mengambil keputusan diantara 2 pilihan, pilihan ketiga yang kurang menarik bisa mengalihkan pilihan yang dirasakan anatar 2 alternatif lainnya. Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Joel Huber, John Payne dan Christopher Puto dalam jurnalnya pada tahun 1982 dan dijadikan buku Predictably Irrational oleh Dan Ariely.

Cara Kerja Decoy Effect

Prinsip dasar dari strategi ini umumnya pedagang akan menyodorkan sejumlah alternatif harga pada barang yang sama maupun bentuk yang berbeda. tidak hanya itu, didalam metode ini pedagang dapat memengaruhi konsumen dengan beragam rayuan untuk memesan produknya.

Ketika dihadapkan pada 2 alternatif yang berbeda, pasti orang akan lebih sulit untuk memutuskan dan berpikir lebih keras sebelum memastikan keputusannya. Disisi lain, pedagang akan memberikan alternatif ketiga untuk mempermudah pelanggan untuk memilih.

Bila dibandingkan dengan alternatif yang telah ditawarkan, alternatif ketiga pasti jauh lebih mahal. Konsumen akan memilih psi ketiga karena perbedaan harga yang tidak terlalu jauh dengan opsi kedua. Pada hakikatnya, kita tidak sadar menggunakan uang berlebih.

Kenyataannya, pilihan ketiga akan dipilih mayoritas calon konsumen. Dalam segi bisnis opsi ketiga sangat profitabel dan bisa mendapatkan nilai lebih serta berguna untuk meningkatkan penjualan. Karena opsi beraneka macam harga akan memastikan volume produk yang akan terjual.

Terkadang, harga awal maupun yang kedua memiliki range wajar dengan banyaknya produk. Akan tetapi untuk pilihan ketiga pada dasaranya dijadikan sasaran (decoy) dengan harga yang memiliki range yang besar daripada pilihan kedua.

Baca Juga : Peluang Bisnis Pertanian yang lagi Hits

Penerapan Decoy Effect Dalam Bisnis

Dalam Marketing, decoy effect adalah fenomena dimana pembeli akan memiliki perubahan pemikiran antara 2 pilihan atau lebih yang diberikan yang diatur secara tidak imbang. Sebenarnya, ketika menentukan untuk memesan sesuatu, pelanggan mesti memeriksa produk tersebut dengan uang yang dimiliki. Cara ini sangat berguna untuk pedagang agar mendapatkan keuntungan lebih, dikarenakan bisa mempengaruhi kepastian pelanggan dalam membeli produk. Berikut beberapa contoh yang telah kami rangkum:

1. Ukuran Gelas

Metode Marketing ini sangat berguna khusnya untuk penjual makanan dan minuman. Anda bisa memperdayai pelanggan dengan membagikan beragam pilihan, seperti menyediakan cup dengan ukuran kecil, sedang hingga besar. Harga yang ditawakan untuk ukuran kecil 10 ribu, sedang 20 ribu dan besar 25 ribu. Jelas pelanggan akan memilih ukuruan besar karena dengan harga yang tidak terlalu mahal, pelanggan akan mendapat produk yang lebih banyak.

2. Usaha Fashion

Anda bisa menawarkan opsi a, yaitu belanja 1 baju seharga 25 ribu, opsi b belanja 2 kaos seharga 50 ribu tetapi hanya bisa memilih 1 warna, dan opsi c beli 2 kaos seharga 55 ribu tetapi bisa bebas memilih warna yang diinginkan. Dengan adanya pilihan tersebut, pastinya konsumen akan lebih memilih opsi c. Kualitas yang diberikan sama, akan tetapi hanya dengan pilihan warna, konsumen akan menentukan untuk memesan baju yang harganya lebih mahal.

3. Popcorn

Sama dengan nomor 1, ketika kita pergi ke bioskop, pastinya anda akan memesan beragam makanan untuk dijadikan teman saat menonton film. Kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh pedagang popcorn dengan menawarkan opsi popcorn yang berukuran kecil seharga 25 ribu, sedang 40 ribu dan besar 45 ribu.
Awalnya, anda akan mengambil ukuran kecil karena lebih hemat dan rasanya sama. Akan tetapi, pedagang akan menawarkan anda untuk upgrade ke ukuran yang lebih besar denga selisih harga yang tidak begitu jauh. Jika anda mengambil penawaran tersebut maka metode decoy effect pun berhasil dijalankan.


Terima kasih telah mengunjungi website kami. Jika Anda telah tertarik dengan mesin yang kami tawarkan dan mendapatkan informasi lebih lanjut. Kalian dapat menghubungi dan bertanya apapun kepada kami melalui tombol di bawah ini.

telepon indofamco whatsapp indofamco

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *